Fajar bakti di Pekanbaru, 4-8 Jun 2006
Ini kali ketiga aku ke Pekanbaru selepas trip pertama dan kedua, masing-masing pada 1998 dan 2004 yang lalu. Seperti trip 2004, sekali lagi kami membawa sinar harapan untuk lebih 100 orang penderita bibir sumbing dan lelangit yang datang dari ceruk rantau Indonesia, berhimpun di Pekanbaru untuk mendapatkan rawatan.2 hari berturut-turut kami sepasukan bertungkus lumus membedah dan merawat pasien-pasien itu, bermula 9 pagi hingga dinihari santak hingga pukul 2 pagi. Tim perubatan diketuai oleh Prof. Ab. Rani Samsudin dan lain doktor perubatan kraniofasial USM bertungkus lumus merawat 36 orang pasien. Benar, 100 yang datang, namun kerana kesuntukan masa dan bahan perubatan kami cuma mampu melayani sejumlah pasien itu sahaja.
Fajar bakti di Pekanbaru
Ibu muda, anaknya digengdong
Fajar bakti di PekanbaruBibir sang anak merekah sumbing
Tertonjol gigi, dua puntung
Bisakah anak menghisap puting?
"Tolonglah bapak, ku hampir miring"
"Mengenangkan anak, ku jadi bingung"
"Segeralah bapak, anakku diiring"
"Ke dewan bedah sanggup kudukung"
Sabarlah saja, wahai si ibu
Anak ini harus diperiksa dahulu
Maklumat kesihatan amat perlu
Kerja sebegini tidak boleh melulu
Benar dan sahih, anak ni sihat
Kita sanggup dan berani merawat
Nama didaftar sebagai maklumat
Esok boleh jumpa perawat
Rumah Sakit Eria Bunda, namanya tempat
Si ibu gembira bukan kepalang
Seluruh keluarga senyum menumpang
Anak kecil sudah dibilang
Bakal punya senyum yang gemilang
Dewan bedah mendingin kaku
Sang anak masuk berbaju baru
Asalnya bising, menangis tak mahu
Dibius sang dokter, diam membisu
Bedahlah sang dokter semahumu
Siapalah aku, cuma menyerah
Bikin ya, senyuman baru untukku
Agar nasib hidupku juga berubah
Selamat sudah, anak dah bangkit
Masih menjerit karena sakit
Tidak mengapa cuma sedikit
Yang penting nanti, senyummu kan meleret
Tinggallah dulu, Pekanbaru
Tidak pasti, kapan pula akan ke mari
Fajar bakti di Pekanbaru
Membawa sinar di seluruh provinsi
